19 27 21 family watching tv
19 27 21 family watching tv

Benarkah Menonton Film Bisa Mengganggu Kesehatan?

Posted on

Menonton film, sudah menjadi kegemaran, hobi, bahkan kebiasaan bagi sebagian orang. Terlebih, para pelaksana di industri perfilman, yang sehari-hari bekerja dan mencari nafkah, melalui dunia di balik layar perak. Jika, ada hipotesis yang menyatakan bahwa menonton film bisa menganggu kesehatan, tentu akan menjadi kontroversial. Jadi, sebaiknya kita telusuri dulu poin-poinnya, ya.

Benarkah Menonton Film Bisa Mengganggu Kesehatan?
Menonton Film Bersama Keluarga

1. Mengganggu kesehatan fisik dan jiwa

Benarkah Menonton Film Bisa Mengganggu Kesehatan?
Kesehatan fisik dan jiwa

Berdasarkan penelitian, tekanan batin dan lonjakan adrenalin saat menonton film thriller atau horor, akan memberi pengaruh buruk pada kesehatan fisik dan jiwa. Tak bisa disangkal, saat menyaksikan rentetan adegan dalam film bergenre horor, detak jantung dan tekanan darah kita akan meningkat drastis. Kondisi tersebut, dapat berakibat fatal bagi orang yang memiliki kelemahan atau masalah jantung.

Peningkatan adrenalin dan kortison yang signifikan juga akan tersimpan dalam otak sebagai pengalaman traumatis. Akibatnya, seseorang akan lebih mudah ketakutan dan khawatir. Lebih jauh lagi, memori traumatis dan gambaran menyeramkan itu dapat menjadi pemicu stress berkepanjangan dan depresi.

Lihat juga :  6 Alasan Perempuan Selalu Mengajak Temannya Pergi Ke Toilet

2. Memperbaiki kondisi mental

Benarkah Menonton Film Bisa Mengganggu Kesehatan?
Memperbaiki kondisi mental

Kendati film thriller dan horor memiliki dampak buruk bagi kesehatan fisik dan jiwa, film inspiratif dan komedi justru bisa membuat kamu lebih tenang. Kesegaran dari film komedi, bisa menstabilkan tekanan darah. Selain itu, tertawa panjang atas adegan yang lucu, dapat menyehatkan karena melatih sistem kardiovaskular.

3. Memengaruhi pikiran

Benarkah Menonton Film Bisa Mengganggu Kesehatan?
Functional Magnetic Resonance Imaging (FMRI)

Melalui teknologi Functional Magnetic Resonance Imaging (FMRI), para ilmuwan bisa mengetahui reaksi otak penonton saat menyaksikan suatu adegan. Hasil penelitian ini, seringkali digunakan oleh para sutradara untuk melihat, mana adegan yang benar-benar berhasil memengaruhi pikiran sesuai target, dan mana yang tidak.
Poin ini menjadi kabar baik bagi industri perfilman, karena bisa membantu efektivitas produksi film. Namun, bagi penikmat film bisa menjadi kabar baik sekaligus kabar buruk. Kabar baik, karena kita akan puas menyaksikan film yang benar-benar mengaduk perasaan. Kabar buruk, jika pengaruh film semakin kuat bagi pikiran penonton, maka akan mudah bagi produser memasukkan propaganda-propaganda untuk kepentingan tertentu.

Lihat juga :  Kord Silverchair - Reflections Of A Sound

4. Meningkatkan kreativitas dan kemampuan imajinasi

Benarkah Menonton Film Bisa Mengganggu Kesehatan?
Meningkatkan kreativitas dan kemampuan imajinasi

Efek peningkatan kreativitas dan imajinasi, akan memberi hasil yang signifikan pada anak di bawah 13 tahun. Menonton film fantasi atau animasi, dapat melatih mereka untuk berpikir out of the box dan membayangkan situasi alternatif. Oleh karena itu, para orang tua harus hati-hati saat memberikan tontonan kepada mereka, karena anak lebih mudah menyerap dan meniru apa yang disaksikannya.

Lihat juga :  Daftar Anime Terbaik di Dunia Sepanjang Masa

Dari keempat poin di atas, ternyata terlalu subjektif untuk menyimpulkan bahwa menonton film dapat mengganggu kesehatan. Paling aman, jika kamu memiliki gangguan kesehatan, seperti jantung yang lemah atau paranoid, hindari genre film horor dan thriller, dan beralihlah ke genre komedi. Sementara untuk anak di bawah 13 tahun, pilihkan tayangan yang lucu dan sarat moral seperti 10 film animasi terbaik untuk tontonan anak-anak.
Selamat menyaksikan, dan jaga kesehatan!